Begitulah, “masa yang besar telah dilakukan abad. Namun abad yang besar ini hanya menemukan manusia kerdil”. Beginilah kepentingan nasional menjadi barang mainan kepentingan egosentrisme pribadi. beginilah penjajahan berganti bentuk baru, menjadi penjajahan melalui perang mindset, penjajahan yang mudah dilakukan terhadap kaum inlander baru. kita kalah melulu dalam perang baru ini, yaitu suatu imperialisme baru tanpa bala tentara, tanpa gemuruh senjata pemusnah, diam-diam mencekik, on dethroning freedom and sovereignity boleh dikutip dari proverb darti Tsawana : “The lion that kills is the lions that doesn’t roar, he is like money (ibarat imperialisme baru) which strangle us without noise.
Dikutip dari Ibnu Sutowo : Saatnya Saya Bercerita
The Script-Walk Away
Mohammad Hatta
—semacam cambukan ke diri sendiri, jalan masih panjang, dan mungkin jalan yang kali ini aku pilih jalan tak berujung :)
tanpa sadar kali ini kubiarkan logika menang dari hati. dalam persoalan ini, kali ini aku memilih mengesampingkan tetek bengek masalah perasaan. lalu kubiarkan ada spasi renggang terbentang, dalam domain waktu maupun dalam domain jarak. kubiarkan renggang tersebut bergerak jauh semakin jauh, dan aku mencoba tidak peduli.
aku sudah bertekad, kali ini haruslah titik, tak boleh ada koma lagi.
karena saat ini diseberang itu ada kamu. karena saat ini jika aku ingin bertahan dan terus maju, sebentuk emosi harus ditiadakan dan sebentuk perasaan harus ditahan. mari kita berjalan beberapa putaran dalam alur kehidupan kita masing-masing. jika ‘dia’ memang kamu dan waktunya memang telah tepat, jalur kita akan berpotongan lagi, dan sebentuk emosi yang sama akan tumbuh lagi. jika jalanku tak berpotongan denganmu janganlah marah. akupun begitu, jika jalannya yang berpotongan padamu, aku pun tak akan protes apa-apa.
maaf dan terimakasih,
kali ini titik.
adalah semacam penyakit yang ada di diri saya yang membuat saya tidak bisa keluar dari ‘dunia ide’ di dalam kepala saya.
adalah semacam penyakit yang membuat saya, sampai saat ini, kukuh bertahan untuk menjadi idealis apapun keadaannya.
adalah semacam penyakit yang membuat saya terjaga sampai jauh malam, yang ujung-ujungnya cuma berakhir pada perenungan, mencoba menjawab semua keraguan.
adalah semacam penyakit yang membuat saya ingin menunda kelulusan, walaupun ipk lumayan dan tidak ada permasalahan akademik.
adalah semacam penyakit yang membuat saya mendengarkan lagu pink floyd dan bob dylan dari semalam hingga pagi ini, entahlah mungkin saya cuma mencari dukungan saja.
adalah semacam penyakit yang membuat saya berpikir dan merasakan selama di perjalanan tiga hari kemarin, di jalan-jalan, di tempat wisata dan di kereta.
adalah semacam penyakit yang pada akhirnya membuat saya kesal pada diri saya sendiri. saya yang terjebak dalam dunia ide. saya yang terlalu banyak berpikir dan merasa. saya yang seringnya tidak bisa sharing dan berkata-kata tentang hal itu. saya yang merasa di jalan yang salah. saya yang ujung-ujungnya cuma onani otak.
adalah semacam penyakit dari ide-ide yang berkelian di otak, yang lahir dari transformasi objek dan kejadian yg dilihat mata lalu ditransfer ke hati.
adalah semacam penyakit yang menyebabkan keragu-raguan dan ide-ide ini lahir.
ah, kenapa tidak menjadi seperti yang lain saja?
Morpheus dalam film The Matrix